Flutter – Clase, objeto y widget | de STREET CODERS | Noviembre de 2020

Flutter dibuat dengan Dart dan tidak akan bisa lepas dari Dart. Asunto Bahasa Dart merupakan bahasa pemrograman berorientasi. Jadi Dart pada dasarnya memiliki clase dan objeto.

Jika kita perhatikan pada contoh proyecto sebelumnya pada file main.dart:

import 'package:flutter/material.dart';

main() => runApp(AplikasiHaloDunia());

class AplikasiHaloDunia extends StatelessWidget {
Widget build(BuildContext context) {
return MaterialApp(
home: Material(
child: Text(
'Halo Dunia!',
textScaleFactor: 4.0,
style: TextStyle(fontSize: 28.0),
),
)
);
}
}

AplikasiHaloDunia, StatelessWidget, Widget, BuildContext, MaterialApp, Material danText clase adalah.

Clase akan berarti, ketika …

Perlu kita ketahui, clase sebuah tidaklah berati sebelum kita memanggilnya (instancia de membuat). Clase Text mungkin akan menampilkan teks ke layar namun clase tersebut baru akan bekerja setelah kita memanggilnya (instancia de miembro).

Turun Temurun

Aplicación dari suattu clase ada kemungkinan menjadi instancia dari clase yang lebih besar. Dalam dunia nyata, clase sebuah anggap Kucing adalah. Kucing clase merupakan turunan dari clase Mamalia dan clase Mamalia turunan dari clase Binatang. Jika kita membuat objek dari clase Kucing (instancia) maka objek kucing merupakan instancia dari kelas yang lebih besar, yaitu clase Binatang.

Clase Turunan

Jika kita samakan dengan Flutter, mirip seperti perumpaan kucing tersebut. Dimana Text merupakan turunan dari clase Widget clase dan Widget clase turunan dari StatelessWidget instancia de sehingga dari Text instancia juga merupakan clase dari yang lebih besar, StatelessWidget.

Texto de clase, widget y StatelessWidget

Por Flutter, hampir semua objeto adalah instancia dari clase Widget dan tidak menutup kemungkinan bawah objeto yang merupakan turunan dari clase Widget juga bisa dikatakan sebagai instancia dari clase StatelessWidget.

Widget benar-benar punya nilai penting untuk aplikasi dengan Flutter. Mungkin esok hari, ketika kita bangun dari tidur, kita bisa menyebut Flutter dengan sebutan El rey del widget.

Jika kita perhatikan pada bagian:

main() => runApp(AplikasiHaloDunia());

AplikasiHaloDunia() el constructor merupakan llama a la clase dari AplikasiHaloDunia. Kode es miembro de la clase instace AplikasiHaloDunia.

Lalu pada bagian:

class AplikasiHaloDunia extends StatelessWidget {
// ...
}

Pada kode diatas, kita membuat class dengan memperluas (extendido) dari class StatelessWidget. Dengan begitu, tersebut class adalah turunan dari class StatelessWidget. Por dalam AplikasiHaloDunia kita membuat object dari class Text clase dimana Text juga merupakan turunan dari StatelessWidget clase dari Widget:

Text(
'Halo Dunia!',
textScaleFactor: 4.0,
style: TextStyle(fontSize: 28.0),
)

Jadi sudah jelas bahwa por Flutter hampir semua objeto adalah instancia dari clase yang paling atas, StatelessWidget.

Deja una respuesta

Tu dirección de correo electrónico no será publicada. Los campos obligatorios están marcados con *